Apakah Bekam Saat Haid Boleh Dilakukan? Berikut Penjelasannya

Diposting pada

Bekam saat menstruasi

Terapi bekam merupakan metode pengobatan yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Jenis terapi ini sudah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengobati berbagai macam penyakit ringan dan penyakit berat sekalipun.

Selain untuk pengobatan, ternyata bekam atau kop juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. Bagi yang sudah sering menjalaninya pasti sudah pada tahu manfaat bekam yang telah dirasakan.

Ada dua jenis bekam yang kita kenal saat ini yakni bekam kering dan bekam basah yakni dengan mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh pada titik-titik tertentu.

Bekam darah pada keadaan normal mungkin sudah biasa dilakukan. Namun untuk wanita haid yang sudah banyak mengeluarkan darah apakah juga boleh dibekam basah?

Nah, Untuk itu disini admin akan mengulas tentang apakah bekam saat haid boleh dilakukan atau tidak, baca sampai selesai untuk informasi lengkapnya.

Terapi Bekam saat menstruasi

Haid atau menstruasi merupakan suatu hal yang lumrah terjadi pada setiap wanita yang sudah balig. Peristiwa ini adalah proses peluruhan dinding rahim yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk darah haid.

Setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Namun biasanya wanita mengalami siklus haid selama 28 hari dengan durasi menstruasi selama rata-rata 5 hari.

Wanita yang mengalami datang bulan biasanya juga akan mengalami perubahan metabolisme tubuh hingga perubahan psikologis akibat dari perubahan hormon reproduksi selama proses menstruasi.

Bekam darah saat haid

Nah yang sering ditanyakan oleh wanita kepada terapis bekam adalah bolehkan menjalani bekam saat haid? Terutama yang ditanyakan adalah bekam basah dengan mengeluarkan darah.

Hal itu wajar ditanyakan karena pada saat haid wanita biasanya mengeluarkan banyak darah dan pengaruh lain akibat perubahan hormon yang terjadi.

Pada dasarnya menjalani terapi bekam saat haid tidaklah dilarang dalam artian boleh dilakukan apabila memungkinkan dan tidak dikhawatirkan akan membuat pasien menjadi lemah.

Namun jika ada indikasi yang sekiranya akan berakibat tidak baik, maka sebaiknya tunda dulu dan terapi bekam bisa dilaksanakan di lain hari ketika haid sudah selesai.

Jadi bekam dengan mengeluarkan darah bagi wanita yang sedang haid dibolehkan dengan syarat memiliki stamina dan kondisi yang baik.

Dan sebaliknya jika kondisinya kurang baik atau sedang tidak fit, maka sebaiknya cukup lakukan bekam kering saja yakni tanpa mengeluarkan darah sehingga tidak membuat pasien menjadi lemah.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca tentang siapa saja orang yang tidak boleh dibekam pada artikel saya terdahulu agar anda bisa memahami golongan orang yang terlarang untuk dilakukan bekam basah padanya.

Demikian sobat sekalian penjelasan singkat saya tentang bekam saat sedang datang bulan atau menstruasi, semoga bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan anda tentang masalah tersebut.

Gambar Gravatar
Founder refleksio.com seorang pemerhati dunia kesehatan kontemporer sekaligus praktisi metode pengobatan klasik dan thibbun nabawi sejak tahun 2004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *